Cara Mudah Mempelajari Sistem Penjualan Online Shopping

0
295
online shopping

Dalam setiap usaha atau bisnis pastinya memiliki peraturan yang harus dilalui oleh para pelaku bisnis. Terlebih lagi bisnis online shopping yang saat ini sedang digandrungi oleh khalayak ramai.

Proses bisnis penjualan dari online shopping, lebih mudah disukai dibandingkan dengan penjualan secara konvensional yang lebih rumit. Kurang lebih seperti proses bisnis di beberapa marketplace yang hampir sama. 

Sistem penjualan online shopping, diawali oleh konsumen yang mengunjungi toko online yang kamu buat. Baik yang berupa blog, website ataupun lapak E-Commerce. Konsumen tersebut akan mencari barang yang dia butuhkan.

Dalam hal ini, kamu berperan untuk membantu konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Dengan cara menawarkan produk yang sering mereka cari, agar mereka tidak lagi menemukan kesulitan dalam mencari barang yang mereka butuhkan.

online shopping

Jika konsumen memiliki kesulitan untuk mencari barang yang dia inginkan di situs toko online milikmu, maka bisa dipastikan dia akan beralih ke website atau blog orang lain. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka dapat dipastikan usaha toko online kamu tidak akan mengalami perkembangan.

Untuk menghindari hal tersebut, kamu harus melakukan beberapa teknik marketing untuk memperoleh kembali calon customer baru dan tetap menarik untuk customer loyal untuk terus melakukan online shopping melalui situs belanja yang sudah kamu buat.

Pastikan kamu tetap memiliki online shopping yang tidak angin-anginan alias hanya mengikuti tren yang ada. Kamu perlu memiliki ciri khas, membangun branding, varian, produk unggulan, serta yang lainnya. Kamu juga harus memastikan agar produkmu tersebar di berbagai marketplace. Selain itu, kamu juga harus selalu mengawasi perkembangan situs toko online milikmu.

Beberapa hal yang bisa dilakukan seperti melihat perkembangan konsumen yang mengunjungi situs, apakah mereka menemukan barang yang dicari dan berhasil melanjutkannya sampai ke tahap pemesanan. Kemudian bagaimana proses verifikasi terhadap transaksi pembayaran yang telah dilakukan, serta pengiriman barang.

Setelah itu, pastikan barang yang mereka terima dalam keadaan baik, dan sesuai dengan yang dipesan. Dan diharapkan adanya repeat order atau kembali memesan produk sama atau produk lain yang memang tersedia juga di situs toko online milikmu.

Penting bagi kamu untuk melakukan hal ini, terhadap situs toko online milikmu yang kamu punya. Lalu apa saja sih, yang kamu butuhkan untuk sistem penjualan online shopping yang berbasis website? Yuk simak penjelasan berikut ini:

1. Riset Barang dan Pasar

Menentukan barang dan meriset pangsa pasar terlebih dahulu, adalah awal untuk kamu memulai membuat situs toko online milikmu. Melihat persaingan yang ada dan mulai memikirkan apakah kita bisa menyediakan barang atau jasa yang lebih baik dari yang sudah ada.

Selain itu, kamu juga bisa menganalisis melalui tehnik Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) terhadap sesama pesaing. Kamu bisa mencari keunggulan, kelemahan, peluang serta ancaman yang ada.

Misalnya, kekuatan situs toko A adalah dalam menjual barang baru dengan harga mahal. Dengan begitu kamu bisa mencoba menjual barang second atau bekas, dengan harga miring dan tentunya barang yang dijual masih layak pakai.

Selanjutnya, kelemahan situs toko A hanya memiliki pilihan metode pembayaran yang terbatas. Di sini, kamu juga bisa membuat berbagai metode pembayaran yang lebih sering digunakan oleh para konsumen. Dan tentunya kamu juga harus menjalin hubungan dengan pihak tersebut ya.

Peluangnya, bisa menjadi nilai utama atau bahkan ciri khas untuk situs toko online milikmu yang akan kamu buat nanti. Dengan menjual barang second atau bekas, pastinya membuat situs toko online milikmu berbeda dengan yang lainnya. Dengan begitu, konsumen dapat mengenali bahkan mengingat situs toko online milikmu.

Namun, ancaman lainnya pasti akan datang. Diantaranya karena barang yang kamu jual adalah barang second atau bekas, pastinya sangat berbeda dengan barang yang benar-benar baru. Tinggal keputusan customer yang akan membeli produkmu nanti yang akan menentukan.

2. Gunakan Direct Mail Untuk Promosi

Jika kamu sering berkunjung ke website atau blog orang asing yang membahas tentang tutorial, maka hampir kebanyakan dari video tersebut untuk selalu memberikan kontak email di bagian sidebar.

Contohnya, ketika kamu membuka situs tersebut, maka akan muncul tampilan pertama, dengan godaan “Extra Voucher Belanja Up To 100k” lalu isi alamat email mu, maka voucher akan dikirimkan.

Dengan trik seperti itu, maka konsumen dengan sendirinya akan menuliskan alamat emailnya, dan memutuskan untuk menjadi subscriber dari situs online shopping yang sudah kamu buat.

Maka direct mail yang dapat kamu kirim ke konsumen adalah pemberitahuan mengenai update terbaru dari situs tersebut. Misalnya berbagai macam promo menarik atau produk terbaru. Dengan begitu, mereka akan mengunjungi websitemu, dengan mengklik melalui direct mail yang sudah kamu kirimkan.

3. Lakukan Promosi Silang

Promosi silang yang dimaksud adalah menawarkan produk lain yang masih berkaitan dengan produk pertama yang kamu jual. Misal saat pembeli memutuskan untuk membeli sebuah helm, maka jangan hanya menawarkan helm saja, cobalah untuk menawarkan barang lain seperti sarung tangan atau masker.

Apalagi, ditambah dengan penawaran harga menarik yang kamu berikan, pastinya ini menjadi kesukaan para konsumen juga karena mereka bisa menghemat pengeluarannya. Atau kamu juga bisa menjual produk bundling yang sudah kamu buat menjadi satu paket lengkap dalam penjualan. Contohnya, perlindungan untuk menghadapi Covid-19 yang terdiri dari masker, face shield, dan hand sanitizer. Pastinya produk ini akan laku dan lebih banyak dicari semua orang di masa pandemi seperti ini.

4. Beri Pelayanan After Sales 

Setelah kamu bersusah payah menawarkan produk dan konsumen telah membeli produkmu. Maka wajib untuk kamu menguasai yang namanya pelayanan after sales. Karena tidak sedikit dari mereka yang menganggap tugasnya sudah selesai ketika telah berhasil menjual suatu barang.

Padahal jika kita mau memberikan pelayanan ekstra, maka bukan tidak mungkin untuk pelanggan tersebut akan kembali membeli barang kita, dan bahkan bisa menjadi pelanggan tetap.

Melalui Guest Experience Survey (GES) kamu bisa membuat survei kecil-kecilan mengenai produk, pelayanan, atau situs websitemu. Jangan lupa untuk beri sedikit reward agar konsumen melakukan transaksi kembali.

Pelayanan after sales yang bisa kamu berikan adalah promo menarik seperti cashback, voucher belanja, dan pengisian survei untuk tahu bagaimana komentar konsumen saat melakukan transaksi di websitemu. Dengan begitu kamu bisa terus meningkatkan performa penjualan.

5. Pencatatan Operasional Yang Jelas

Ini juga merupakan hal terpenting yang tidak bisa kamu lewatkan, dan bahkan sering diremehkan oleh penjual lain. Yaitu pencatatan transaksi, kamu perlu tahu perjalanan arus keuanganmu kemana dan menghasilkan apa saja.

Lebih mudah lagi, apabila kamu menggunakan sistem pencatatan yang dapat dipakai dan dicek dimana saja dan kapan saja. Saat ini banyak aplikasi yang menyediakan jasa untuk mencatat nota secara online. 

Hal ini sangat membantumu dalam mencatat segala pengeluaran dan pemasukan yang ada. Selain it, kamu juga bisa mencetak invoice penjualan secara langsung loh. Gimana mudah kan? Kini kamu gak perlu ragu untuk memulai usaha toko online milikmu.

Namun, penting juga untuk kamu mengetahui aturan main di bisnis online seperti ini. Agar usahamu bisa bertahan dan berkembang, ingatlah untuk selalu berikan harga yang kompetitif dengan kualitas yang sesuai dengan harga yang dibayar oleh customer.

Pastinya kamu sering menjumpai toko online, baik melalui sosial media, website, atau platform E-Commerce lainnya. Tak bisa dimungkiri keberadaan toko online ini, memudahkan kita dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, di zaman yang serba digital seperti sekarang ini.

Setelah ketujuh poin diatas sudah kamu pahami, kamu juga wajib tahu berbagai macam tipe penjual yang biasanya terdapat pada toko online. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini ya:

  • First Hand 

First hand atau tangan pertama, memiliki artian toko online yang memasarkan barangnya dengan harga tangan pertama. Biasanya toko online dengan sistem first hand adalah mengambil sendiri dagangannya dari produsen.

Banyak toko online dengan sistem first hand yang menjual produknya dengan harga sangat terjangkau. Toko online dengan sistem seperti ini, biasanya akan menjadi supplier dari toko online dengan skala yang lebih kecil. 

Hal tersebut dikarenakan pada umumnya toko online dengan sistem first hand mengambil produk dari produsen dalam jumlah yang besar, dan kemudian dijual kembali pada jaringannya.

  • Reseller

Reseller adalah toko online yang membeli barang dari produsen kemudian dijual kembali dengan harga yang tentunya sudah dinaikkan. Seperti yang disebutkan di atas, reseller ini biasanya membeli barang dari toko online yang bersistem first hand.

Toko online yang berjualan dengan sistem reseller memiliki dua cara berjualan. Pertama dengan sistem pre-order atau PO, kedua dengan sistem ready stock. Ready stock maksudnya barang yang ditawarkan selalu tersedia di toko online tersebut. 

Keuntungannya adalah pelanggan dapat melihat langsung stok barang yang tersedia. Hal ini juga membantu proses pengiriman barang lebih cepat.

Sistem pre-order adalah sistem di mana penjual akan menawarkan dan mengumpulkan pembeli terlebih dahulu sampai batas tanggal tertentu atau jumlah pembeli yang memenuhi kuota.

Setelah itu, barulah penjual memesan barang pada supplier. Keuntungan dari sistem ini adalah penjual tidak perlu menyediakan barang dan mengurangi risiko barang tidak laku dan biaya penyimpanan. 

  • Dropship

Dropship adalah sebuah sistem yang memiliki persamaan dengan sistem reseller. Perbedaannya adalah reseller perlu memiliki stok barang sedangkan dropshipper tidak perlu stok barang.

Pasalnya, toko online dengan sistem dropship ini hanya perlu memasarkan barang yang akan dijual saja. Jika ada pembeli, dropshipper hanya perlu menyampaikan ada pembelian pada supplier.

Kemudian supplier yang akan melakukan packing dan mengirimkan barang pesanan menggunakan nama sang dropshipper. Sistem ini dinilai menguntungkan karena mengurangi risiko barang yang menumpuk dan tidak terjual, selain itu juga mengurangi kerepotan dalam hal packing dan pengiriman.

  • Jastip 

Jastip atau jasa titip ini hampir sama dengan sistem reseller dengan cara pre-order. Perbedaannya adalah sistem jasa titip ini pembeli akan dikenakan biaya titipan. Sebagai contoh, toko online A membuka ‘jastip’ makanan Korea. Kemudian pembeli yang memesan makanan Korea pada A akan dikenakan biaya ‘jastip’. Biasanya biaya yang dibebankan penjual bisa mulai dari Rp 20.000.

Selain itu umumnya harga barang yang dijual tidak jauh berbeda atau bahkan harga asli dari produk itu sendiri. Sehingga keuntungan yang diperoleh pelaku penyedia jastip berasal dari biaya titip jastipan tersebut. 

Berdasarkan informasi di atas, ternyata banyak sekali ya komponen yang harus diperhatikan saat kita harus memulai usaha. Baik itu secara konvensional maupun online. Apapun jenis usaha yang kamu pilih, kamu harus tetap semangat menjalaninya. Selamat mencoba!

SHARE